Makalah Pengantar Lingkungan
Ilmu Teknologi dan Pengetahuan
Lingkungan
Disusun Oleh :
Nama
: Budi Prasetyo
NPM
: 12414231
Kelas
:
2IB05
FAKULTAS TEKNOLOGI INDUSTRI
JURUSAN TEKNIK ELEKTRO
UNIVERSITAS GUNADARMA
2015
KATA PENGANTAR
Dengan menyebut nama
Allah SWT yang Maha Pengasih lagi Maha Panyayang, saya panjatkan puja dan puji
syukur atas kehadirat-Nya, yang telah melimpahkan rahmat, hidayah, dan
inayah-Nya kepada saya, sehingga saya dapat menyelesaikan makalah Ilmu
Teknologi dan Pengetahuan Lingkungan.
Makalah ilmiah ini telah saya susun
dengan maksimal dan mendapatkan bantuan dari berbagai pihak sehingga dapat
memperlancar pembuatan makalah ini. Untuk itu saya menyampaikan banyak terima
kasih kepada semua pihak yang telah berkontribusi dalam pembuatan makalah ini.
Terlepas dari semua itu, saya menyadari
sepenuhnya bahwa masih ada kekurangan baik dari segi susunan kalimat maupun
tata bahasanya. Oleh karena itu dengan tangan terbuka saya menerima segala
saran dan kritik dari pembaca agar saya dapat memperbaiki makalah ilmiah ini.
Akhir kata saya berharap semoga makalah
makalah Ilmu Teknologi dan Pengetahuan Lingkunganini dapat memberikan manfaat
maupun inpirasi terhadap pembaca.
Jakarta, November 2015
Penyusun
DAFTAR ISI
Daftar Isi
BAB I Pendahuluan
Latar Belakang
Tujuan Penulisan
BAB II Pembahasan
1. Perkembangan Penduduk Indonesia
a. Landasan
Perkembangan Penduduk Indonesia
b.
Pertambahan Penduduk dan Lingkungan Pemukiman
c.
Pertambahan Penduduk dan Tingkat Pendidikan
d.
Pertambahan Penduduk dan Penyakit yang Berkaitan dengan Lingkungan Hidup
e.
Pertumbuhan Penduduk dan Kelaparan
f.
Kemiskinan dan Keterbelakangan
2. Ilmu Teknologi Dan Pengetahuan Lingkungan
a.
Keberlanjutan Pembangunan
b. Mutu
Lingkungan Hidup Dengan Resiko
c.
Kesadaran Lingkungan
d. Hubungan
Lingkungan Dengan Pembangunan
e.
Pencemaran dan Perusakan Lingkungan Hidup Oleh Proses Pembangunan
BAB III Penutup
Kesimpulan
Daftar Pustaka
BAB I
PENDAHULUAN
Latar belakang
Lingkungan merupakan tempat untuk melakukan aktifitas-aktifitas semua makhluk hidup. Makhluk hidup tidak memungkinkan hidup sendiri tanpa interaksi dengan lingkungan. Interaksi yang dilakukan terus menerus mengakibatkan banyak perubahan-perubahan yang mempunyai efek negatif dan positif pada lingkungan. Permasahan perubahan akan teratasi ketika makaluk hidup sadar akan pembelajaran mengenai pengetahuan lingkungan. Pengetahuan lingkungan memiliki banyak pokok pembahasan. Banyaknya pokok pembahasan dirangkum dalam mata perkuliahan yaitu pengetahuan lingkungan. Didalam mata perkulliahan untuk pemahaman lebih lanjut maka perlu pembahasan mengenai perkembangan penduduk indonesia dan ilmu teknologi dan pengetahuan indonesia” .
Tujuan penulisan
Tujuan penulisan dibuat agar pembahasn dapat terfokus dalam apa yang akan dibahas. Tujuan penulisan untuk makalah ini adalah.
a. Mengetahui perkembangan penduduk indonesia.
b. Mengetahui teknologi dan pengetahuan lingkungan.
BAB II
PEMBAHASAN
1. Perkembangan Pendudukan Indonesia
A.
Landasan Perkembangan Pendudukan Indonesia
Landasan
Perkembangan Penduduk Indonesia Penduduk adalah orang atau sekumpulan
orang-orang yang mendiami suatu tempat (kampung, negara, dan pulau) yang
tercatat sesuai dengan persyaratan dan ketentuan yang berlaku di tempat
tersebut. Berdasarkan tempat lahir dan lama tinggal penduduk suatu daerah dapat
dibedakan menjadi empat golongan, yaitu penduduk asli, penduduk pendatang,
penduduk sementara, dan tamu.
Penduduk
asli adalah orang yang menetap sejak lahir. Penduduk pendatang adalah orang
yang menetap, tetapi lahir dan berasal dari tempat lain. Penduduk sementara
adalah orang yang menetap sementara waktu dan kemungkinan akan pindah ke tempat
lain karena alasan pekerjaan, sekolah, atau alasan lain. Tamu adalah orang yang
berkunjung ke tempat tinggal yang baru dalam rentang waktu beberapa hari dan
akan kembali ke tempat asalnya.
Yang
mendasari perkembangan penduduk di Indonesia adalah banyaknya masyarakat yang
menikahkan anaknya yang masih muda. Dan gagalnya program (KB)Keluarga Berencana
yang di usung oleh pemerintah untuk menekan jumlah penduduk Indonesia. Karena
faktor – faktor tersebut tidak dapat berjalan dengansemestinya, maka penduduk
Indonesia tidak terkendalidalam perkembangannya. Karena perkembanganpenduduk
yang sangat tidak terkendali, maka banyak terjadinya kemiskinan, pengangguran,
kriminalitas, gelandangan, anak jalanan, dan sebagainya.
B.
Pertambahan Penduduk dan Lingkungan Pemukiman
Pertambahan
Penduduk dan Lingkungan Pemukiman Bertambahnya penduduk jelas akan bertambah
pula kepadatan pemukiman. Hal ini diakibatkan bertambahnya populasi manusia
yang semakin banyak. Ini jelas akan terjadi kejenuhan yang ada di kota-kota
besar seperti Jakarta . Bertambahnya penduduk jelas mempengaruhi lingkungan
seperti banyaknya sampah dan tata ruang ataukota yang sangat buruk dan
menghilangkan keindahan kota. Beberapa kerugian yang disebabkan oleh penambahan
penduduk diantaranya adalah :
- Makin berkurangnya lahan produktif dan alih fungsi lahan, seperti sawah dan perkebunan karena lahan tersebut dipakai untuk pemukiman penduduk khusus orang asing dan lahan lainnya untuk kawasan industri.
- Menyempitnya tanah untuk pertanian di wilayah tersebut.
- Jumlah penduduk yang terus menerus bertambah menyebabkan bertambahnya produksi sampah rumah tangga;
- Jumlah penduduk yang terus menerus bertambah menyebabkan bertambahnya produksi sampah rumah tangga;
- Pertambahan penduduk juga mengakibatkan semakin tingginya pencemaran air dan pencemaran udara;
- Berkurangnya daerah resapan air;
- Berkurangnya ruang terbuka untuk anak-anak
- Pemanasan global dan perubahan iklim.
Kiranya
kondisi-kondisi diatas sudah menjadi tanda bahwa keseimbangan lingkungan dan
kelestarian alam dipengaruhi oleh pertambahan penduduk.
Lingkungan
yang padat penduduknya biasanya dapat mengurangi keindahan tempat pemukiman
tersebut seperti banyaknya sampah karena banyaknya penduduk yang membuang
sampah sembarangan. Karena bertambah pesatnya penduduk terjadi kesenjangan
sosial, salah satunya rusaknya lingkungan pemukiman penduduk yang seharusnya
pemukiman itu tertata bersih, nyaman, dan indah terawat tetapi semua berubah
terbalik menjadi kotor dan berantakan.
C.
Pertumbuhan Penduduk dan Tingkat Pendidikan
Di negara-negara yang anggaran
pendidikannya paling rendah, biasanya menunjukkan angka kelahiran yang tinggi.
Tidak hanya persediaan dana yang kurang, tetapi komposisi usia secara piramida
pada penduduk yang berkembang dengan cepat juga berakibat bahwa rasio antara
guru yang terlatih dan jumlah anak usia sekolah akan terus berkurang.
Akibatnya, banyak negara yang sebelumnya mengarahkan perhatian terhadap
pendidikan universitas, secara diam-diam mengalihkan sasarannya.
Helen Callaway, seorang ahli
antropologi Amerika yang mempelajari masayakat buta huruf, menyimpulkan bahwa
perkembangan ekonomi dan perluasan pendidikan dasar telah memperluas jurang
pemisah antara pria dan wanita. Hampir di mana-mana pria diberikan prioritas
untuk pendidikan umum dan latihan-latihan teknis. Mereka adalah orang-orang
yang mampu menghadapi tantangan-tantangan dalam dunia. Sebaliknya pengetahuan
dunia ditekan secara tajam pada tingkat yang terbawah.
Pertambahan
penduduk yang cepat, lepas daripada pengaruhnya terhadap kualitas dan kuantitas
pendidikan, cenderung untuk menghambat perimbangan pendidikan. Kekurangan
fasilitas pendidikan menghambat program persamaan/perimbangan antara laki-laki
dan wanita, pedesaan dan kota, dan antara bagian masyarakat yang kaya dan
miskin.
Pengaruh
daripada dinamika penduduk terhadap pendidikan juga dirasakan pada keluarga.
Penelitian yang dilakukan pada beberapa negara dengan latar belakang budaya
yang berlainan menunjukkan bahwa jika digabungkan dengan kemiskinan, keluarga
dengan jumlah anak banyak dan jarak kehamilan yang dekat, menghambat
perkembangan berfikir anak-anak, berbicara dan kemauannya, di samping kesehatan
dan perkembangan fisiknya. Kesulitan orang tua dalam membiayai anak-anak yang
banyak, lebih mempersulit masalah ini.
Pertambahan
penduduk yang cepat menghambat program-program perluasan pendidikan, juga
mengarah pada aptisme di dunia yang kesulitan untuk mengatasinya.
D.
Pertumbuhan Penduduk dan Penyakit yang Berkaitan dengan Lingkungan Hidup
Dalam dalam masalah ini maka
penduduk tidak aka jauh dengan masalah kesehatan atau penyakit yang melanda
penduduk tersebut,dikarenakan lingkungan yang kurang terawat ataupun pemukiman
yang kumuh,seperti limbah pabrik,selokan yang tidak terawat yang menyebabkan
segala penyakit akan melanda para penghuni wilayah tersebut yang mengakibatkan
kematian dan terjadi pengurangan jumlah penduduk.
Dengan demikian penyakit masyarakat
umumnya seperti demam berdarah, malaria, influenza, muntaber dan banyak lagi,
sedangkan yang berkaitan dengan penyakit menular seperti diare, penyakit lever,
dan TBC. Selain itu masyarakat menderita penyakit kekurangan gizi termasuk
busung lapar terutama pada bayi. Kematian bayi adalah konsekuensi dari penyakit
yang ditimbulkan karena kemiskinan.
Semua
itu terjadi karena laju pertambahan penduduk yang tak terkontrol mengakibatkan
penduduk menempati suatu lahan yang digunakan oleh banyak orang dalam satu
wilayah. Wilayah tersebut menjadi lahan pemukiman yang kurang sehat karena
lahan udara maupun saluran air yang semakin sempit dan juga tumpukan sampah
yang diakibatkan oleh penduduk yang bertempat tinggal di wilayah tersebut, oleh
karena itu menjadi tempat berkembang biaknya beberapa penyakit yang berbahaya
bagi penduduk disana.
E.
Perumbuhan Penduduk dan Kelaparan
Pertumbuhan penduduk yang semakin pesat akan
mengakibatkan kebutuhan jasmani lebih banyak lagi, terutama dalam bentuk
kebutuhan pokok yaitu makanan, jika kebutuhan pokok ini tidak terpenuhi maka
akan mengakibatkan KELAPARAN. Jika kita melihat keadaan yang sebenarnya di Negara
kita masih banyak orang yang kelaparan, ini semua Karena factor ekonomi, factor
pertumbuhan penduduk yang sangat pesat, dalam hal ini apa yang seharusnya kita
lakukan untuk mengatasi problem tersebut?
Pemerintah haruslah menyediakan produksi pangan yang
harus mencukupi, untuk menjaga kekurangan pangan jika sewaktu-waktu, dunia
mengalami krisis pangan, pemerintah harus memberikan bantuan kepada masyarakat
yang tidak mampu, dan yang paling penting pemerintah harus meningkatkan
pendidikan pertanian supaya dalam bidang pertanian kita tidak mangalami
penurunan.
Misalnya terciptanya varietas baru, yang dapat membatu
peningkatan hasil pertanian menjadi dua kali lipat, dan pemerintah harulah
menstabilkan perekonomian dibidang pertanian misalnya harga pupuk, kompos,
pestisida. Jika pemerintah menaikkan harga kebutuhan pertanian tersebut maka
petani-petani dinegara kita akan merasa rugi dalam arti tidak mendapat hasil
yang lebih bagus lagi.
Barangkali memang tak mudah untuk mencari korelasinya.
Yang saya tahu, Indonesia pada Sabtu 15 Juni 2013 lalu menerima penghargaan
yang cukup prestisius dari badan pangan dunia, Food Agricultural Organization
(FAO). Penghargaan itu diberikan di Roma, Italia. Indonesia, menurut FAO,
pantas mendapat penghargaan karena negeri tropis ini dinilai berhasil mengatasi
bahaya kelaparan.
Indonesia berhasil menurunkan tingkat kelaparan 19,9
persen pada periode 1990-1992 menjadi 8,6 persen pada 2010-2012. Pada 1990, ada
37 juta orang yang kelaparan dan pada 2012 angka kelaparan di Indonesia
tercatat 21 juta orang. Di tingkat dunia, menurut catatan Perserikatan Bangsa
Bangsa (PBB), masih ada sekitar 870 juta masyarakat yang masih kelaparan. Dari
192 negara di dunia, negeri ini menjadi salah satu dari 35 negara yang juga
mendapatkan penghargaan serupa.
Tentu ini menjadi sebuah kehormatan dan menjadi salah
satu capaian penting bagi perjalanan bangsa ini. Di negeri tropis yang sinar
matahari dan hujan senantiasa tersedia sepanjang tahun, memang sudah sepatutnya
Indonesia memiliki ketahanan pangan yang kuat. Modal dasar alam demi menunjang
ketahanan pangan, praktis tersedia melimpah. Gunung dengan hutan yang lebat,
tersebar di mana-mana. Sungai yang luas dan lebar, mengalir dari hulu ke hilir.
Sawah dan ladang terhampar di hampir seluruh pelosok negeri. Untuk urusan
pertanian, nyaris tak ada yang tak disediakan alam untuk penduduk negeri ini.
F. Kemiskinan dan Keterbelakangan
Kemiskinan dan Keterbelakangan Pertumbuhan sangat
berkaitan dengan kenaikan ataupun penurunan angka kematian dan kelahiran selain
itu juga sangat berpengaruh dengan angka kemiskinan dan keterbelakangan yang
mengakibatkan semakin menurunnya otonomi daerah tersebut.Hal itu terjadi
dikarenakan beberapa hal seperti keadaan ekonomi yang mengakibatkan tidak bisa
mencukupi kebutuhan hidup sehingga banyak orang yang mengalami kemiskinan dan
keterbelakangan karena dalam kebutuhan pokok yang mereka makan bisa jadi tidak
bergizi dan tidak mengandung protein yang menunjang sehingga menyebabkan
keterbelakngan mental, fisik, maupun sosial.
Kemiskinan adalah kurangnya kebutuhan dasar
manusiaseperti air bersih , gizi , perawatan kesehatan.pendidikan ,pakaian dan
tempat tinggal, karena ketidakmampuanuntuk mencukupi kebutuhan tersebut.
Kemiskinan relatifadalah kondisi memiliki sumber daya yang lebih sedikitatau
penghasilan kurang daripada yang lain dalammasyarakat atau negara, atau
dibandingkan dengan rata-rata di seluruh dunia.
Selain itu juga hal tersebut bisa terjadi karena
paramasyarakat di indonesia ini masih banyak yang tidakberminat dengan
pendidikan sehingga mereka buta akanilmu pengetahuan dan menjadikan
keterbelakangan.Jika kemiskinan terjadi hal buruk yang ada padamasyarakat ini
adalah masih banyak orang yang tidak maumencari usaha atau malas bekerja,
selain itu juga tidakmau belajar sehingga yang ada hanya kemiskinan yang mereka punya,
tidak hanya kemiskinan secara material tetapi kemiskinan pada ilmu pengetahuan dan sebagainya.
2. Ilmu Teknologi Dan Pengetahuan
Lingkungan
A.
Keberlanjutan Pembangunan
Keberlanjutan
Pembangunan adalah proses pembangunan (lahan, kota, bisnis, masyarakat, dsb)
yang berprinsip "memenuhi kebutuhan sekarang tanpa mengorbankan pemenuhan
kebutuhan generasi masa depan" (menurut Brundtland Report dari PBB, 1987).
Pembangunan berkelanjutan adalah terjemahan dari Bahasa Inggris, sustainable
development. Salah satu faktor yang harus dihadapi untuk mencapai pembangunan
berkelanjutan adalah bagaimana memperbaiki kehancuran lingkungan tanpa
mengorbankan kebutuhan pembangunan ekonomi dan keadilan sosial. (oman)
Banyak
laporan PBB, yang terakhir adalah laporan dari KTT Dunia 2005, yang menjabarkan
pembangunan berkelanjutan terdiri dari tiga tiang utama (ekonomi, sosial, dan
lingkungan) yang saling bergantung dan memperkuat.
Untuk
sebagian orang, pembangunan berkelanjutan berkaitan erat dengan pertumbuhan
ekonomi dan bagaimana mencari jalan untuk memajukan ekonomi dalam jangka
panjang, tanpa menghabiskan modal alam. Namun untuk sebagian orang lain, konsep
"pertumbuhan ekonomi" itu sendiri bermasalah, karena sumberdaya bumi
itu sendiri terbatas
B. Mutu Lingkungan Hidup Dengan Resiko
Mutu Lingkungan Hidup
Pengertian tentang mutu
lingkungan sangatlah penting, karena merupakan dasar dan pedoman untuk mencapai
tujuan pengelolaan lingkungan. Perbincangan tentang lingkungan pada dasarnya
adalah perbincangan tentang mutu lingkungan. Namun dalam perbincangan itu apa
yang dimaksud dengan mutu lingkungan tidak jelas. Mutu lingkungan hanyalah
dikaitkan dengan masalah lingkungan misalnya pencemaran, erosi, dan banjir. Apa
yang dimaksud dengan kualitas lingkungan?
Secara sederhana kualitas
lingkungan hidup diartikan sebagai keadaan lingkungan yang dapat memberikan
daya dukung yang optimal bagi kelangsungan hidup manusia di suatu wilayah.
Kualitas lingkungan itu dicirikan antara lain dari suasana yang membuat orang
betah/kerasan tinggal ditempatnya sendiri. Berbagai keperluan hidup terpenuhi
dari kebutuhan dasar/fisik seperti makan minum, perumahan sampai kebutuhan
rohani/spiritual seperti pendidikan, rasa aman, ibadah dan sebagainya.
Indonesia adalah sebuah
negara tropis yang kaya akan sumber daya alam. Melimpah ruahnya sumber daya
alam Indonesia sudah sangat terkenal sejak zaman dulu. Penjajahan yang terjadi
di tanah air tercinta ini pun awalnya adalah perebutan akan potensi sumber daya
alam ini.
Secara alami, kehidupan
ini memang merupakan hubungan yang terjadi timbal balik antara sumber daya
manusia dan sumber daya alam (baik yang dapat diperbaharui atau pun tidak).
Hubungan timbal balik tersebut pada akhirnya adalah penentu laju pembangunan.
Faktor-faktor yang mempengaruhi dan menentukan perkembangan pembangunan adalah
lingkungan sosial (jumlah, kepadatan, persebaran, dan kualitas penduduk), dan
pengaruh kehidupan sosial budaya, ekonomi, politik, teknologi, dan sebagainya.
Sekian lama terkenalnya
Indonesia sebagai negara subur makmur dengan kondisi alam yang sangat mendukung
ditambah pula dengan potensi sumber daya mineral yang juga ternyata sangat
melimpah ruah, ternyata Indonesia sampai saat ini hanya bisa menjadi negara
berkembang, bukan negara maju. Banyak faktor yang kemudian menyebabkan
Indonesia tidak kunjung menjadi negara maju. Salah satunya adalah pengelolaan
negara yang tidak profesional termasuk dalam hal pengelolaan potensi alam.
Kualitas lingkungan hidup
dibedakan berdasarkan biofisik, sosial ekonomi, dan budaya yaitu :
Lingkungan biofisik adalah lingkungan yang
terdiri dari komponen biotik dan abiotik yang berhubungan dan saling
mempengaruhi satu sama lain. Komponen biotik merupakan makhluk hidup seperti
hewan, tumbuhan dan manusia, sedangkan komponen abiotik terdiri dari
benda-benda mati seperti tanah, air, udara, cahaya matahari. Kualitas
lingkungan biofisik dikatakan baik jika interaksi antar komponen berlangsung
seimbang.
Lingkungan sosial ekonomi, adalah lingkungan
manusia dalam hubungan dengan sesamanya dalam memenuhi kebutuhan hidupnya.
Standar kualitas lingkungan sosial ekonomi dikatakan baik jika kehidupan
manusia cukup sandang, pangan, papan, pendidikan dan kebutuhan lainnya.
Lingkungan budaya adalah segala kondisi,
baik berupa materi (benda) maupun nonmateri yang dihasilkan oleh manusia
melalui aktifitas dan kreatifitasnya. Lingkungan budaya dapat berupa bangunan,
peralatan, pakaian, senjata. Dan juga termasuk non materi seperti tata nilai,
norma, adat istiadat, kesenian, sistem politik dan sebagainya. Standar kualitas
lingkungan diartikan baik jika di lingkungan tersebut dapat memberikan rasa
aman, sejahtera bagi semua anggota masyarakatnya dalam menjalankan dan
mengembangkan sistem budayanya.
Resiko
Pasal 28H Undang-Undang
Dasar Tahun 1945 mengamanatkan bahwa lingkungan hidup yang baik dan sehat
merupakan hak asasi setiap warga negara Indonesia. Artinya bahwa menjaga
lingkungan hidup agar tetap baik dan sehat adalah sebuah kewajiban karena
merupakan bagian dari hak asasi setiap warga negara Indonesia.
Indonesia menjadi negara
dengan laju deforestasi tercepat di seluruh dunia. Setiap menit area hutan
setara dengan luas lima lapangan sepak bola dihancurkan sebagian besar untuk
dijadikan perkebunan kelapa sawit dan pulp and paper, atau rata-rata 1,8 juta
hektar hutan per tahun. Kondisi ini menempatkan Indonesia sebagai Negara
penghasil emisi gas rumah kaca ketiga terbesar di dunia setelah China dan
Amerika Serikat.
Pengrusakan lingkungan
juga dilakukan oleh banyak masyarakat kita yang pada akhirnya juga mempengaruhi
kualitas lingkungan sekitar. Buang sampah sembarangan, penggunaan bahan-bahan
pestisida dan banyak lagi juga menyebabkan degradasi kualitas lingkungan
semakin menjadi.
Presiden sebagai penanggung
jawab pengelolaan negara seharusnya bisa dengan cepat mengambil langkah-langkah
kongkret untuk menanggulangi segala bentuk pengrusakan lingkungan hidup.
Aturan-aturan yang mendukung seharusnya segera ditegakan tanpa pandang bulu.
Kalau perlu bentuk pula satgas mafia lingkungan hidup untuk mendukung
penuntasan masalah-masalah yang ada. Aturan yang ada juga seharusnya berkaitan
dengan pengaturan perilaku masyarakat. Masalah-masalah lingkungan hidup ini
terkesan menjadi rahasia umum, banyak masalah, ada aturan namun minim tindakan.
C. Kesadaran Lingkungan
Kesadaran Lingkungan
ialah pengertian yang mendalam pada diri seseorang atau sekelompok orang yang
terwujud dalam pemikiran, sikap, dan tingkah laku yang mendukung pengembangan
lingkungan, sehinnga individu tersebut akan menjaga dan melestarikan lingkungan
tempat ia berada atau tempat ia tinggal.
Kesadaran manusia akan
pentingnya pelestarian lingkungan hidup semakin sulit diharapkan. Hal itu
nampak dari sikap dan interaksi manusia –dengan dukungan ilmu pengetahuan dan
tekhnologi yang dimilikinya– dengan alam lingkungannya yang lebih di dorong
oleh semangat eksploitatif. Alam hanya dijadikan sebagai obyek keserakahan
nafsu manusia. Sehingga logika interaksi antara manusia dan alam adalah logika
penaklukan tanpa mempertimbangkan dampak-dampak ekologisnya.
Keserakahan manusia
terhadap alam ini, jika dibiarkan berlangsung terus menerus, akan berdampak
serius pada eksistensi kehidupan umat manusia itu sendiri. Bumi sebagai tempat
tinggal manusia, akan membusuk dan manusia akan terlumat oleh busuknya bumi
tersebut. Kesejukan dan kesegaran udara akan tercemari oleh hitamnya asap tebal
akibat polusi yang ditimbulkan kebakaran hutan dan kepulan cerobong-cerobong
pabrik. Hijaunya dedaunan di pegunugan dan di hutan-hutan akan mengering akibat
penebangan kayu liar yang dilakukan manusia sendiri. Ikan-ikan akan mengambang
akibat tercemarnya air laut dengan gas-gas kimia yang di tumpahkan oknum
manusia, dan seterusnya.
Maka sepatutnya manusia
sadar akan pentingnya lingkungan bagi mereka sendiri dan mulai memelihara
kelestarian lingkungan tempatya tinggal demi masa depan dikemudian hari.
Peranan:
1. Kesadaran lingkungan
pada pengelolaan teknologi akan meningkatkan efisiensi dan penghematan
pemakaian sumberdaya alam dalam mendukung pembangunan yang berkelanjutan akan
terlaksana dan ramah lingkungan.
2. Pengelolaan &
pendaurulangan limbah padat, cair, dan gas yang akan diintegrasikan dalam
setiap aktivitas, sehingga mengurangi polusi.
3. Pengumpulan,
pengelolaan, analisis, pemanfaatan informasi dapat dilaksanakan secara terpadu
dalam pengelolaan & pengaturan pelaksanaan kegiatan lingkungan hidup.
D. Hubungan Lingkungan
dengan Pembangunan
Hubungan lingkungan dan
pembangunanPeningkatan usaha pembangungn, maka akan terjadi pula peningkatan
penggunaan sumber daya untk menyokong pembangunan dan timbulnya
permasalahan-permasalahan dalam lingkungan hidup manusia.
Dalam pembangunan, sumber
alam merupakan kompnen yan gpenting karena sumber alam ini memberikan kebutuhan
asasi bagi kehidupan. Dalam penggunaan sumebr alam tadi, hendaknya keseimbangan
ekosistem proyek pembangunan, keseimbangan ini bisa terganggu, yang
kadang-kadang bisa membahayakan kehidupan umat.
Harus dicari jalan keluar
yang saling menguntungkan dalam hubungan timbal balik antara proses
pembangunan, penggalian sumber daya, dan masala pengotoran atau perusakan
lingkunga hidup manusia. Sebab pada umumnya, proses pembangunan mempunyai
akibat-akibat yang lebih luas terhadap lingkungan hidup manusia, baik akibat
langsung maupun akibat sampingan seperti pengurangan sumber kekayaan alam
secara kuantitatif & kualitatif, pencemaran biologis, pencemaran kimiawi,
gangguan fisik dan gangguan sosial budaya.
Kerugian-kerugian dan
perubahan-perbahan terhadap lingkungan perlu diperhitungkan, dengan keuntungan
yang diperkirakan akan diperoleh dari suatu proyek pembangunan. Itulah sebabnya
dala setiap usaha pembangunan, ongkos-ongkos sosial untuk menjaga kelestarian
lingkungan perlu diperhitungkan, sedapat mungkin tidak memberatkan kepentingan
umum masyarakat sebagai konsumen hasil pembangunan tersebut.
beberapa hal yang dapat
dipertimbangkan dalam mengambil keputusan-keputusan demikian, antara lain
adalah kualitas dan kuantitas sumber kekayaan alam yang diketahui dan
diperlukan; akibat-akibat dari pengambilan sumber kekayaan alam termasuk
kekayaan hayati dan habisnya deposito kekayaan alam tersebut. Bagaiaman cara
pengelolaannya apakah secara traditional atau memakai teknologi modern,
termasuk pembiayaannya dan pengaruh proyek pada lingkungan terhadap memburuknya
lingkungan serta kemungkinan menghentikan perusakan lingkungan dan menghitung
biaya-biaya serta alternatif lainnya.
Hal – hal tersebut di
atas hanya merupakan sebagian dari daftar persoalan, atau pertanyaan yang harus
dipertimbangkan bertalian dengan setiap proyek pembangunan. Juga sekedar
menggambarkan masalah lingkungan yang konkret yang harus dijawab. Setelah
ditemukan jawaban yang pasti atas pertanyaan-pertanyaan tadi, maka disusun
pedoman-pedoman kerja yang jelas bagi pelbagai kegiatan pebangunan, baik berupa
industri atau bidang lain yan gmemperhatikan faktor perlindungan lingkungan
hidup manusia.
E. Pencemaran Dan
Perusakan Lingkungan Hidup Oleh Proses Pembangunan
Pengertian Pencemaran
Lingkungan
Pengertian polusi atau
pencemaran lingkungan adalah masuknya atau dimasukkannya makluk hidup, zat
energi, dan atau komponen lain ke dalam lngkungan atau berubahnya tatanan
lingkungan oleh kegiatan manusia atau oleh proses alam sehingga kualitas
lingkungan turun sampai ke tingkat tertentu yang menyebabkan lingkungan menjadi
kurang atau tidak dapat berfingsi lagi sesuai dengan peruntukannya.
Jenis-jenis Pencemaran
Lingkungan
Berdasarkan lingkungan
yang mengalami pencemaran, secara garis besar pencemaranlingkungan dapat
dikelompokkan menjadi pencemaran air, tanah, dan udara.
1. Pencemaran Air
Di dalam tata kehidupan
manusia, air banyak memegang peranan penting antara lain untuk minum, memasak,
mencuci dan mandi. Di samping itu air juga banyak diperlukan untuk mengairi
sawah, ladang, industri, dan masih banyak lagi.Tindakan manusia dalam pemenuhan
kegiatan sehari-hari, secara tidak sengaja telahmenambahjumlah bahan anorganik
pada perairan dan mencemari air. Misalnya, pembuangandetergen ke perairan dapat
berakibat buruk terhadap organisme yang ada di perairan. Pemupukantanah
persawahan atau ladang dengan pupuk buatan, kemudian masuk ke perairan
akanmenyebabkan pertumbuhan tumbuhan air yang tidak terkendali yang disebut
eutrofikasi atau blooming. Beberapa jenis tumbuhan seperti alga, paku air, dan
eceng gondok akan tumbuh subur dan menutupi permukaan perairan sehingga cahaya
matahari tidak menembus sampai dasar
perairan. Akibatnya, tumbuhan yang ada di bawah permukaan tidak dapat
berfotosintesissehingga kadar oksigen yang terlarut di dalam air menjadi
berkurang.Bahan-bahan kimia lain, seperti pestisida atau DDT (Dikloro Difenil
Trikloroetana) yang seringdigunakan oleh petani untuk memberantas hama tanaman
juga dapat berakibat buruk terhadaptanaman dan organisme lainnya. Apabila di
dalam ekosistem perairan terjadi pencemaran DDTatau pestisida, akan terjadi
aliran DDT.
2. Pencemaran Tanah
Tanah merupakan tempat
hidup berbagai jenis tumbuhan dan makhluk hidup lainnya termasuk manusia.
Kualitas tanah dapat berkurang karena proses erosi oleh air yang mengalir
sehinggakesuburannya akan berkurang. Selain itu, menurunnya kualitas tanah
juaga dapatdisebabkan limbah padat yang mencemari tanah.Menurut sumbernya, limbah
padat dapat berasal dari sampah rumah tangga (domestik), industridan alam
(tumbuhan). Adapun menurut jenisnya, sampah dapat dibedakan menjadi
sampahorganik dan sampah anorganik. Sampah organik berasal dari sisa-sisa
makhluk hidup, sepertidedaunan, bangkai binatang, dan kertas. Adapun sampah
anorganik biasanya berasal dari limbahindustri, seperti plastik, logam dan
kaleng.Sampah organik pada umumnya mudah dihancurkan dan dibusukkan oleh
mikroorganisme didalam tanah. Adapun sampah anorganik tidak mudah hancur
sehingga dapat menurunkankualitas tanah.
3. Pencemaran Udara
Udara dikatakan tercemar
jika udara tersebut mengandung unsur-unsur yang mengotori udara.Bentuk pencemar
udara bermacam-macam, ada yang berbentuk gas dan ada yang berbentuk partikel cair atau padat.
a. Pencemar Udara Berbentuk Gas
Beberapa gas dengan
jumlah melebihi batas toleransi lingkungan, dan masuk ke lingkunganudara, dapat
mengganggu kehidupan makhluk hidup. Pencemar udara yang berbentuk gas adalah
karbon monoksida, senyawa belerang (SO2 dan H2S), seyawa nitrogen (NO2),
danchloroflourocarbon (CFC).Kadar CO2 yang terlampau tinggi di udara dapat
menyebabkan suhu udara di permukaan bumimeningkat dan dapat mengganggu sistem
pernapasan. Kadar gas CO lebih dari 100 ppm didalam darah dapat merusak sistem
saraf dan dapat menimbulkan kematian. Gas SO2 dan H2Sdapat bergabung dengan
partikel air dan menyebabkan hujan asam. Keracunan NO2 dapatmenyebabkan
gangguan sistem pernapasan, kelumpuhan, dan kematian. Sementara itu, CFCdapat
menyebabkan rusaknya lapian ozon di atmosfer.
b. Pencemar Udara Berbentuk Partikel Cair
atau Padat
Partikel yang mencemari
udara terdapat dalam bentuk cair atau padat. Partikel dalam bentuk cair berupa titik-titik air atau kabut. Kabut
dapat menyebabkan sesak napas jika terhiap ke dalam paru-paru.Partikel dalam
bentuk padat dapat berupa debu atau abu vulkanik. Selain itu, dapat juga
berasal dari makhluk hidup, misalnya bakteri, spora, virus, serbuk sari, atau
serangga-serangga yangtelah mati. Partikel-partikel tersebut merupakan sumber
penyakit yang dapat mengganggukesehatan manusia.Partikel yangmencemari udara
dapat berasal dari pembakaran bensin. Bensin yang digunakandalam kendaraan
bermotor biasanya dicampur dengan senyawa timbal agar pembakarannyacepat mesin
berjalan lebih sempurna. Timbal akan bereaki dengan klor dan brom
membentuk partikel PbClBr. Partikel
tersebut akan dihamburkan oleh kendaraan melalui knalpot ke udarasehingga akan
mencemari udara.
Faktor-Faktor Penyebab
Pencemaran Lingkungan
Proses-proses alam,
antara lain pembusukan secara biologis, aktivitas gunung berapi, terbakarnya
semak-semak, dan halilintar. Pembuatan/aktivitas manusia, seperti:
v Hasil pembakaran bahan bakar yang terjadi
pada industri dan kendaraan bermotor.
v Pengolahan dan penyulingan bijih tambang
mineral dan batubara.
v Proses-proses dalam pabrik.
v Faktor Industrialisasi
v Faktor Urbanisasi
Akibat Yang Di Timbulkan
Oleh Pencemaran
1. Punahnya Spesies
Bahan pencemar lazimnya
berbahaya bagi kehidupan biota air dan darat. Berbagai jenis hewanmengelami
keracunan, kemudian mati. Berbagai spesies hewan memiliki kekebalan yang tidak
sama. Ada yang peka, ada pula yang tahan. Hewan muda, larva merupakan hewan yang
pekaterhadap bahan pencemar. Ada hewan yang dapat beradaptasi sehingga kebal
terhadap bahan pencemar., adpula yang tidak. Meskipun hewan beradaptasi, harus
diketahui bahwa tingkatadaptasi hewan ada batasnya. Bila batas tersebut
terlampui, hewan tersebut akan mati.
2. Peledakan Hama
Penggunaan pestisida dan
insektisida dapat pula mematikan predator. Karena predator punah,maka serangga
hama akan berkembang tanpa kendali.
3. Gangguan Keseimbangan Lingkungan
Punahnya spasies tertentu
dapat mengibah pola interaksi biologis dalam suatu ekosistem. Rantaimakanan,
jaring-jaring makanan dan lairan energi menjadiberubah. Akibatnya,
keseimbanganlingkngan terganggu. Daur materi dan daur biogeo kimia menjadi
terganggu.
4. Kesuburan Tanah Berkurang
Penggunaan pestisida dan
insektisida dapat berdampak kematian fauna tanah. Hal ini dapatmenurunkan
kesuburan tanah. Penggunaan pupuk terus menerus dapat menyebabkan tanahmenjadi
asam. Hal ini juga dapat menurunkan kesuburan tanah. Demikian juga dengan terjadinyahujan
asam.
5. Keracunan dan Penyakit
Orang yang mengkonsumsi
sayur, ikan, dan bahan makanan tercemar dapat mengalamikeracunan. ada yang
meninggal dunia, ada yang mengalami kerusakan hati, ginjal, menderitakanker,
kerusakan susunan saraf, dan bahkan ada yang menyebabkan cacat
padaketurunanketurunannya.
6. Pemekatan Hayati
Proses peningkatan kadar
bahan pencemar melewati tubuh makluk dikenal sebagai pemekatan hayati (dalam
bahasa Inggrisnya dikenal sebagai biomagnificition).
7. Terbentuknya Lubang Ozon dan Efek Rumah
Kaca
Terbentuknya Lubang ozon
dan terjadinya efek rumah kaca merupakan permasalahan globalyang dirasakan oleh
semua umat manusia. Hal ini disebabkan karena bahan pencemar dapattersebar dan
menimbulkan dampak di tempat lain.
Cara Mengatasi Pencemaran
Lingkungan
Manusia memiliki peranan
yang sangat penting untuk mengatasi pencemaran lingkungan yangterjadi akibat
ulah manusia sendiri. Beberapa hal yang dapat dilakukan manusia untuk mengatasi
pencemaran lingkungan akan diuraikan berikut ini:
1. Melakukan Penghijauan Salah satu cara
mengatasi pencemaran tanah adalah penghijauankembali dengan cara memberi humus
tanah, sehingga tanaman kembali subur.
2. Rotasi Tanaman Rotasi tanaman adalah
salah satu upaya yang dilakukan untuk mempertahankan kesuburan tanah. Hal ini
dapat dilakukan dengan cara menanam jenis tanamanyang berbeda pada tempat yang
sama secara bergantian.
3. Penggunaan Pupuk Seperlunya, penggunaan
pupuk buatan seperti urea, ZA, dan NSP yang berlebihan sangat merusak
lingkungan karena dapat menyebabkan eutrofikasi dan dapat meningkatkan
keasamantanah.Sebaiknya, petani menggunakan pupuk alami, seperti pupuk kompos
dan pupuk kandanguntuk mengurangi pencemaran tanah.
4. Pembuatan Sengkedan, salah satu upaya untuk
mengatasi kerusakan tanah karena erosi adalah dengan pembuatan sengkedan di
tanah berbidang miring, seperti lereng bukit dan pegunungan.
5. Reboisasi adalah penanaman kembali
lahan-lahan yang gundul. Hal ini dilakukan untuk mengatasi erosi karena
akar-akar pohon dapat menyerap air dan menahan tanah agar tidak terbawa air
hujan.
6. Daur Ulang, saat ini banyak sekali produk
daur ulang yang bisa dipakai kembali.Pendaur-ulangan sampah-sampah rumah tangga
dan sampah dari pasar menjadi pupuk yang dapatdimanfaatkan petani. Biasanya
sampah pasar berupa sayur-sayuran yang telah membusuk. Jikadiolah kembali dan
ditambah kotoran hewan akan menjadi pupuk alami yang sangat baik untuk tanaman.
BAB III
PENUTUP
Kesimpulan
Ilmu teknologi dan ilmu
lingkungan merupakan kombinasi ilmu yang sangat diperlukan pada masa modern
ini. banyak sekarang teknologi yang canggih namun mengabaikan faktor lingkungan
yang mengakibatkan lingkungan menjadi korbannya. dibutuhkan kreatifitas dan kesadaran
diri akan lingkungan untuk membuat sebuah alat yang memiliki teknologi tinggi
dan ramah lingkungan.
Daftar Pustaka
http://sharkamestory.blogspot.com/2015/11/landasan-perkembangan-pendudukan.html
https://id.wikipedia.org/wiki/Pembangunan_berkelanjutan
https://wellyaterforum.wordpress.com/2011/11/12/mutu-lingkungan-hidup-dengan-resiko/
http://cruzadercruzer.blogspot.com/2009/11/definisi-peran-kesadaran-lingkungan.html
http://www.artikellingkunganhidup.com/hubungan-lingkungan-dengan-pembangunan.html
http://fajri-fafa.blogspot.com/2014/04/pencemaran-dan-perusakan-lingkungan.html
http://cendyantonio.blogspot.com/2011/11/ilmu-teknologi-dan-pengetahuan.html
