Minggu, 06 November 2016

TUGAS SOFTSKILL

TUGAS 3
EKONOMI TEKNIK




BUDI PRASETYO
12414231
3IB05B




Nilai Ekivalensi

Ekivalensi adalah nilai uang yang berbeda pada waktu yang berbeda akan tetapi secara finansial mempunyai nilai yang sama. Kesamaan nilai finansial tersebut dapat ditunjukkan jika nilai uang dikonversikan (dihitung) pada satu waktu yang sama.
Istilah - istilah yang digunakan pada nilai ekivalensi
 i (interest)                    = tingkat suku bunga per periode
n (Number)                 = jumlah periode bunga
P (Present Worth)       = jumlah uang/modal pada saat sekarang (awal periode/tahun)
F (Future Worth)         = jumlah uang/modal pada masa mendatang (akhir     periode/tahun)
A (Annual Worth)       = pembayaran/penerimaan yang tetap pada tiap periode/tahun
G (Gradient)               = pembayaran/penerimaan dimana dari satu periode ke periode  berikutnya

Metode Ekivalensi
Adalah metode yang digunakan dalam menghitung kesamaan atau kesetaraan nilai uang waktu berbeda.
Nilai ekivalensi dari suatu nilai uang dapat dihitung jika diketahui 3 hal :
1)      Jumlah uang pada suatu waktu
2)      Periode waktu yang ditinjau
3)      Tingkat bunga yang dikenakan

Contoh kasus dan penyelesaian pada masing - masing istilah tersebut
Seseorang memperhitungkan bahwa 15 tahun yang akan datang anaknya yang sulung akan masuk perguruan tinggi, untuk itu diperkirakan membutuhkan biaya sebesar Rp 35.000.000,00. Bila tingkat bunga adalah 5 %, maka berapa ia harus menabungkan uangnya sekarang?
Jawab:
F = 35.000.000,00 ; i = 5 % ; n = 15
P = (35.000.000) (P/F, 5, 15)
= (35.000.000) (0,4810)
= Rp 16.835.000,00

Contoh ekivalensi nilai tahunan
Rumus:
A = i / (1 + i )N – 1   atau A = F ( A/F, i, n)

Contoh:
Tuan sastro ingin mengumpulkan uang untuk membeli rumah setelah dia pensiun. Diperkirakan 10 tahun lagi dia pensiun. Jumlah uang yang diperlukan Rp 225.000.000,00. Tingkat bunga 12 % per tahun. Berapa jumlah uang yang harus di tabung setiap tahunnya ?
Jawab:
F = Rp 225.000.000 ; i = 12 % ; n = 10
A = F (A/F, i, n)
= (Rp 225.000.000) X (A/F, 12 %, 10)
= (Rp 225.000.000) X (0,0570)
= Rp 12.825.000

Contoh ekivalensi nilai sekarang

Sebuah perusahaan akan membeli sebuah mesin untuk meningkatkan pendapatan tahunannya. Dua alternatif peralatan masak dengan usia pakai masing-masing 8 tahun ditawarkan kepada perusahaan:

Mesin  Harga beli (Rp.)Keuntungan per tahun (Rp.) Nilai sisa di akhir usia pakai (Rp.)

X         2.500.000        750.000           1.000.000

Y         3.500.000        900.000           1.500.000

Dengan tingkat suku bunga 15% per tahun, tentukan mesin mana yang seharusnya dibeli.

Penyelesaian:

Mesin X :

NPVX = 750.000(P/A,15%,8) + 1.000.000(P/F,15%,8) – 2.500.000

NPVX = 750.000(4.48732) + 1.000.000(0,32690) – 2.500.000

NPVX = 1.192.390

Mesin Y :

NPVY = 900.000(P/A,15%,8) + 1.500.000(P/F,15%,8) – 3.500.000

NPVY = 900.000(4.48732) + 1.500.000(0.32690) – 3.500.000

NPVY = 1.028.938

Maka, pilih mesin X

Usia pakai alternatif 

Sumber: 
http://ramadhanbachtiar.blogspot.sg/2014/11/konsep-nilai-waktu-dari-uang-dan.html
https://sanusiadam79.wordpress.com/2014/11/28/konsep-ekivalensi-dan-konsep-nilai-dari-uang/
https://fauzanagam10.wordpress.com/2014/11/28/makalah-konsep-nilai-waktu-dari-uang-dan-ekivalensi/




TUGAS SOFTSKILL

TUGAS 4
EKONOMI TEKNIK




BUDI PRASETYO
12414231
3IB05B


CONTO KASUS IRR DAN NPV


Interval Rate of Return (IRR)

Cara pertama untuk mencari IRR adalah dengan menggunakan rumus sebagai berikut :
IRR
=
I2
+
NPV2
x
(i2 – i1)




NPV1   -  NPV2



Di mana :  I1        =  tingkat bunga 1 (tingkat discount rate yang menghasilkan NPV1)
                  I2        =  tingkat bunga 2 (tingkat discount rate yang menghasilkan NPV2)
               NPV1            = net present value 1
               NPV2            = net present value 2
1)      Cari rata-rata kas bersih, yaitu sebesar 2.070 yang diperoleh dari:
1.750 juta + 1.900 juta + 2.050 juta + 2.450 juta = 2.070 juta
                                    5
2)      Perkirakan besarnya PP, yaitu:
PP  =  5.000  =  2,416
           2.070
3)      Dalam tabel 2 (di lampirkan), tahun ke-5 diketahui yang terdekat dengan angka 2,416 adalah 2,436 adalah 30%
4)      Secara subjectif tiap discount kita kurangi 2% menjadi 28% sehingga NPV-nya dapat dilihat dalam tabel berikut ini:
Tabel 3 Perhitungan NPV dengan DF 28% (dalam ribuan)
Tahun
Kas Bersih
DF (28%)
PV kas Bersih
1
1.750.000
0,781
1.366.750
2
1.900.000
0,610
1.159.000
3
2.050.000
0,477
977.850
4
2.200.000
0,373
820.600
5
2.450.000
0,291
712.950
Total PV Kas Bersih
5.037.150
           
            Nilai NPV positif, yaitu = 5.037.150 – 5.000.000 = 37.150


            Kemudian untuk Discount Factor 29%, NPV-nya dapat dilihat dalam tabel berikut:
                        Tabel 4 Perhitungan NPV dengan DF 29% (dalam ribuan)
Tahun
Kas Bersih
DF (28%)
PV kas Bersih
1
1.750.000
0,775
1.326.250
2
1.900.000
0,601
1.141.900
3
2.050.000
0,466
955.300
4
2.200.000
0,361
794.200
5
2.450.000
0,280
686.000
Total PV Kas Bersih
4.933.650

            Nilai NPV sudah negatif = 4.933.650 – 5.000.000 = -66.350
            Kemudian jika tabel tersebut digabungkan sebagi berikut:
                        Tabel 5 NPV dengan DF 28% dan 29%
Tahun
Kas Bersih
Bunga 28%
Bunga 29%
DF
PV Kas Bersih
DF
PV Kas Bersih
1
1.750.000
0,781
1.366.750
0,775
1.356.250
2
1.900.000
0,610
1.159.000
0,601
1.141.500
3
2.050.000
0,477
977.850
0,466
955.300
4
2.200.000
0,373
820.600
0,361
794.200
5
2.450.000
0,291
712.950
0,280
686.000
Total Pv kas bersih
5.037.150

4.933.650
Total Pv investasi
5.000.000

5.000.000
NPV
C1
                    37.150
C2
(66.350)

            Interpolasi                              PVIFA                                      PVIFA
            28%                                         5.037.150                                5.037.150
            Initial Invesment                                                                     5.000.000 (-)
            29%                                         4.933.350 (-)                                                  
                                                               103.500                                      37.150

IRR
=
I2
+
NPV2
x
(i2 – i1)




NPV1   -  NPV2


                           


IRR
=
28
+
37.150
x
1%




103.500




            IRR  =  28  +  0,395%  =  28,395% dibulatkan menjadi 28,4%

            Cara kedua adalah dengan menggunakan rumus sebagai berikut:
            IRR  =  P1  -  C1  x  P2  -  P1                            Dimana :
                                          C2  -  C1                            P1  =  tingkat bunga 1
                                                                                    P2  = tingkat bunga 2
                                                                                    C1  =  NPV 1
                                                                                    C2  =  NPV 2
            Jika perhitungan secara TRIAL and ERROR, maka IRR dapat dicari sebagai berikut:
            Mencari NPV positif dan NPV negatif terlebih dahulu, sampai diperoleh dengan menggunakan tingkat suku bunga tertentu seperti yang tertera dalam tabel 6 yaitu:
Tahun
Kas Bersih
Bunga 28%
Bunga 29%
DF
PV Kas Bersih
DF
PV Kas Bersih
1
1.750.000
0,781
1.366.750
0,775
1.356.250
2
1.900.000
0,610
1.159.000
0,601
1.141.500
3
2.050.000
0,477
977.850
0,466
955.300
4
2.200.000
0,373
820.600
0,361
794.200
5
2.450.000
0,291
712.950
0,280
686.000
Total Pv kas bersih
5.037.150

4.933.650
Total Pv investasi
5.000.000

5.000.000
NPV
C1
                    37.150
C2
(66.350)
           

            Jika dimasukkan ke dalam rumus sebagai berikut:
            P1  =  28%
            P2  =  29%
            C1  =  37.150
            C2  =  -66.350

            IRR  =  P1  -  C1  x  P2  -  P1
                                          C2  -  C1
            IRR  =  28  -  37.150  x             29  -  28          
                                                     -66.350  -  37.150
            IRR  =  28  + 37.150 =  28,359%  dibulatkan menjadi 28,4%
                                103.500
Kesimpulan:
Jika IRR lebih besar (>) dari bunga pinjaman, maka diterima
Jika IRR lebih kecil (<) dari bunga pinjaman, maka di tolak


Net Present Value (NPV)

Rumusan yang biasa digunakan dalam menghitung NPV adalah sebagai berikut:
           
NPV
=
Kas Bersih 1
+
Kas Bersih 2
+
.....
+
Kas Bersih N
-
Investasi
(1+r)
(1+r)2

(1+r)2

Setelah memperoleh hasil-hasil dengan:
·         NPV positif, maka investasi diterima, dan jika
·         NPV negatif, sebaiknya investasi ditolak
Apabila diasumsikan tingkat bunga pengembalian yang diinginkan (cast of capital) adalah 20%, maka hitung NPV nya. Untuk menghitung NPV akan dibahas akan dibahas dari kedua kasus diatas , yaitu:

a     Jika kas bersih per tahun sama (dalam jutaan)
NPV
=
2500
+
2500
+
2500
+
2500
+
2500
-          5000
(1 + 0,2)5
(1 + 0,2)
(1 + 0,2)2
(1 + 0,2)3
(1 + 0,2)4

NPV = 7.475.000.000 –  5.000.000.000 = 2.475.000.000
Jika perhitungan dengan tabel sebagai berikut:


Tabel 1 Perhitungan NPV dengan Kas Bersih sama per tahun (dalam ribuan)
Tahun
Kas Bersih
DF (20%)
PV kas Bersih
1
2.500.000
0,833
2.082.500
2
2.500.000
0,698
1.735.000
3
2.500.000
0,579
1.447.500
4
2.500.000
0,482
1.205.000
5
2.500.000
0,402
1.005.000
Total PV Kas Bersih
7.475.000


Total PV Kas Bersih     =          Rp 7.475.000
Total PV Investsi          =          Rp 5.000.000
NPV                             =          Rp 2.475.000

b    Jika Kas Bersih tiap tahun berbeda seperti contoh di atas:

NPV
=
1.750
+
1900
+
2050
+
2200
+
2450
-          5000
(1 + 0,2)5
(1 + 0,2)
(1 + 0,2)2
(1 + 0,2)3
(1 + 0,2)4

NPV = 6.009.600.000 –  5.000.000.000 =  1.008.600.000


Tabel 2 Perhitungan NPV dengan kas berbeda per tahun (ribuan)
No.
Tahun
E.A.T
Penyusutan
Kas Bersih (Process)
Discount Factor (DF) 20%
PV Kas Bersih
1
2004
950.000
800.000
1.750.000
0,833
1.457.750
2
2005
1.100.000
800.000
1.900.000
0,683
1.318.600
3
2006
1.250.000
800.000
2.050.000
0,579
1.186.950
4
2007
1.400.000
800.000
2.200.000
0,482
1.060.400
5
2008
1.650.000
800.000
2.450.000
0,402
984.900
Jumlah PV Kas Bersih
6.008.900

Total PV kas bersih     =          Rp 6.008.600.000
Total PV investasi        =          Rp 5.000.000.000
NPV                             =          Rp 1.008.600.000
Catatan:
Discount Factor (DF) dapat dihitung sebagai berikut:
Tahun 1
=
1
=
0,833


1 + 0,20


Tahun 2
=
1
=
0,694


(1 + 0,20)2


Dan seterusnya dapat dilihat dalam tabel 2


Sumber: http://christofelsualang.blogspot.sg/2012/10/irr-dan-npv.html