RASPBERRY PI 3
Budi Prasetyo
12414231 / 4IB05-B
SEJARAH RASPBERRY PI 3
Raspberry Pi adalah komputer single-board yang dibuat oleh Raspberry Pi Foundation,
sebuah badan amal yang dibentuk dengan tujuan utama memperkenalkan kembali
keterampilan komputer tingkat rendah untuk anak-anak di Inggris. Tujuannya
adalah untuk menghidupkan kembali revolusi microcomputer dari
tahun 1980-an, yang menghasilkan satu generasi programmer terampil.
Raspberry pi adalah sebuah komputer mini
yang memiliki fitur yang hampir sama dengan komputer pada umumnya, seperti
memprogram, office, menonton video resolusi tinggi, dan lain sebagainya. Raspi
menyediakan port USB, LAN, jack audio, serta HDMI untuk input dan output. Cukup
hubungkan mouse, keyboard, dan TV/monitor, maka ia akan bekerja seperti sebuah
komputer. Konsumsi daya yang digunakan hanya sekitar 10 watt.
Raspberry pi juga dapat digunakan untuk
membangun atau mengontrol perangkat yang diinginkan. Contohnya, membuat
sebuah lengan robot dengan program yang telah dibuat, membuat game, ilustrasi,
atau lagu, semuanya menggunakan kode.
Nama Raspberry ini terinspirasi dari
vendor-vendor terkenal yang menggunakan nama buah-buahan (seperti Apple,
BlackBerry, dan Apricot). Nama Pi merupakan kepanjangan dari Phyton, yaitu
sebuah bahasa pemrograman interpretatif serbaguna. Pada awalnya Raspberry Pi
memiliki konsep sebuah komputer sederhana yang dapat diprogram dengan Phyton.
Proyek Raspberry Pi dimulai pada tahun
2006. Mereka berkeinginan untuk merasakan semangat menjadi seorang
“pelopor”, seperti yang dirasakan pada tahun 1980, ketika Personal Computer
(PC) dengan harga terjangkau tersedia untuk para penggemar komputer.
Mereka memiliki kekhawatiran terhadap
berkurangnya minat terhadap ilmu komputer dan berpendapat bahwa kurikulum ICT saat
ini terlalu berfokus pada membuat word
processing, spreadsheet,
dan database. Awalnya mereka
berencana untuk membuat komputer berbasis mikrokontroler yang dapat booting secara langsung
kepada Python interpreter prompt. Perangkat
yang murah ini diciptakan untuk mempromosikan sebuah generasi baru dalam dunia
pemrograman dan pengembangan.
Karena biaya produksi dari sistem yang dapat bekerja dengan kemampuan
jaringan, driver, dan lain-lain ke dalam interpreter, maka merka memutuskan
untuk menggunakan sistem operasi Linux yang bersifat fleksibel dan Open Source. Karyawan
perusahaan Broadcom, Eben Upton serta
tokoh-tokoh lainnya seperti Jack Lang, David Braben, Pete Lomas, Profesor Alan
Mycoft, dan Dr Robert Mullins mendirika sebuah badan amal yang disebut “The Raspberry Pi Foundation”.
Mereka memiliki gagasan untuk merancang papan System
on Chip (SoC) yang diisi dengan chip processor Broadcom ARM11, lalu
dijual dengan harga yang terjangkau, ditujukan untuk para insinyur komputer
generasi baru yang tentunya berpotensi besar.
Mulanya, Papan Prototype pertama
mereka hanyalah sebesar Flashdisk, yang memiliki 1 port USB dan port HDMI.
Papan ini juga memiliki slot MicroSD untuk menyimpan OS linux. Papan ini
terlalu kecil untuk menambahkan port LAN, port GPIO, atau output audio, yang
artinya papan ini kurang cocok untuk dikembangkan.
Lalu mereka memutuskan untuk membuat papan
sebesar kartu kredit, dan bekerja sama dengan Linux untuk membuat sistem
operasi yang memungkinkan untuk berkerja pada processor 700MHz ARM1 176JZF-S.
Pada Agustus 2011, sebanyak 50 unit Raspberry pi model Alpha diproduksi.
Desember 2011, Raspberry Pi model Beta mampu memainkan video HD 1080p
menggunakan onboard Videocore IV GPU.
Raspberry Pi model ini memiliki konektor daya tipe micro-usb, yang memungkinkan
para pengguna untuk menghidupkan perangkat ini menggunakan charger ponsel
biasa.
Bulan Januari 2012, Raspberry Pi Foundation menjual beberapa prototypenya
di Ebay. Diumumkan juga sebanyak 10,000 unit komputer Raspberry Pi sedang
diproduksi di Cina. Mereka akan dijual melalui komponen industri suplier “RS
Components International” dan “Premier Farnell” dengan desain tambahan untuk
para engineer yang dirancang
oleh “Element 14”. Setelah melalui rintangan-rintangan tersebut, akhirnya
Raspberry Pi siap untuk dijual secara pre-order.
Peluncuran resmi diadakan pada tanggal 29 Februari 2012 pukul 6 Pagi waktu
setempat. Kini Raspberry Pi telah diproduksi dengan berbagai model lainnya,
seperti Raspberry Pi 2 model B, dan yang terbaru adalah Raspberry Pi 3 model B
yang dirilis pada Februari 2016.
SPESIFIKASI RASPBERRY PI
Chip
|
Broadcom BCM2835 (CPU,
GPU, DSP, and SDRAM)
|
CPU
|
700 MHz ARM1176JZF-S
core (ARM6 family)
|
GPU
|
Broadcom VideoCore IV,
OpenGL ES 2.0, 1080p30 h.264/MPEG-4 AVC high-profile decoder
|
Memory (SDRAM)
|
512 MB (shared with
GPU)
|
USB 2.0 ports
|
2 (via integrated USB
hub)
|
Video outputs
|
Composite RCA (PAL
& NTSC), HDMI (r ev 1.3 & 1.4), raw LCD Panels via DSI 14 HDMI
resolutions from * 640×350 to 1920×1200 plus various PAL and NTSC standards.
|
Audio outputs
|
3.5 mm jack, HDMI
|
Onboard storage
|
SD / MMC / SDIO card
slot
|
Onboard network
|
10/100 Ethernet (RJ45)
|
Low-level peripherals
|
8 × GPIO, UART, I²C
bus, SPI bus with two chip selects, +3.3 V, +5 V, ground[58][63]
|
Power ratings
|
700 mA (3.5 W)
|
Power source
|
5 volt via MicroUSB or
GPIO header
|
Size
|
85.60 × 53.98 mm
(3.370 × 2.125 in)
|
Weight
|
45 g (1.6 oz)
|
Operating systems
|
Debian GNU/Linux, Fedora,
Arch Linux ARM, RISC OS
|
SPESIFIKASI RASPBERRY PI 3
|
SoC
|
Broadcom
BCM2837
|
|
CPU
|
4x
ARM Cortex-A53, 1.2GHz
|
|
GPU
|
Broadcom
VideoCore IV
|
|
RAM
|
1GB
LPDDR2 (900 MHz)
|
|
Networking
|
10/100
Ethernet, 2.4GHz 802.11n wireless
|
|
Bluetooth
|
Bluetooth
4.1 Classic, Bluetooth Low Energy
|
|
Storage
|
microSD
|
|
GPIO
|
40-pin
header, populated
|
|
Ports
|
HDMI,
3.5mm analogue audio-video jack, 4x USB 2.0, Ethernet, Camera Serial
Interface (CSI), Display Serial Interface (DSI)
|
KELEBIHAN RASPBERRY PI 3
Kelebihan utama Raspberry Pi adalah ia
dapat melakukan segala hal yang dapat dilakukan oleh komputer/laptop dengan
sistem operasi Linux. Misalnya, membuat server, membuat program dengan berbagai
macam bahasa, terutama bahasa tingkat tinggi seperti Python.
Untuk fungsi sehari-hari, Raspberry dapat
menjalankan sistem operasi berbasis GUI, sehingga dapat menggunakannya untuk
melakukan pekerjaan standard seperti browsing, mendengarkan musik, nonton film,
bermain game, mengetik dll.Untukpenggunaan tingkat lanjut, Raspberry Pi
hampir tidak memiliki batasan. Banyak sekali kemungkinan pengembangan aplikasi
yang dapat dilakukan dengan menggunakan Raspberry Pi.
Raspberry Pi seakan menggantikan fungsi
komputer, tapi dalam bentuk mini. Raspberry Pi bisa disamakan dengan sebuah
komputer mini. Anda dapat menjalankan sistem operasi lengkap, seperti Linux dan
Android pada Raspberry Pi. Anda juga dapat membuat program pada sistem operasi
tersebut yang dapat mengontrol fungsi sistem dan pin general purpose input
output yang tersedia.
Raspberry Pi didesain untuk digunakan pada
level yang lebih tinggi. Dengan perangkat keras yang telah terintegrasi yang
bisa digunakan untuk mengatur peralatan seperti ethernet, video, audio
processing, jumlah RAM yang besar dan jumlah penyimpanan yang hampir tak
terbatas. Raspberry Pi berjalan menggunakan sistem operasi open source,
Linux.
KEKURANGAN RASPBERRY PI 3
Raspberry Pi dapat membaca sensor digital
secara langsung, akan tetapi Raspberry Pi tidak bisa langsung dihubungkan
dengan sensor analog. Raspberry Pi yang menggunakan sistem operasi dan SD card
yang memerlukan prosedur khusus ketika ingin mematikannya. Jadi harus di-shutdown
sebagaimana komputer pada umumnya.
Raspberry Pi mungkin akan terdapat sedikit
lebih lambat karena kernel Linux pada sistem operasi Raspberry Pi memiliki
fungsi prioritas proses seperti yang dimiliki oleh semua sistem operasi. Kernel
linux harus menangani banyak proses dengan prioritas yang ditentukan, sehingga
proses menggerakkan lengan akan lebih lambat.
Referensi:
https://id.wikipedia.org/wiki/Raspberry_Pi
https://tutorkeren.com/artikel/raspberry-pi-3-telah-dirilis-berikut-spesifikasi-uji-performa-lainnya.htm
https://tutorkeren.com/artikel/raspberry-pi-3-telah-dirilis-berikut-spesifikasi-uji-performa-lainnya.htm
http://if.unesa.ac.id/blog/aditya/2015/11/18/198/
https://ikakumaladewi.wordpress.com/2016/09/29/makalah-raspberry/




